IDAR (Part 9)
Bagian 9 Cita-cita di Depan Mata Setiap kejadian yang dialami seseorang selalu ada hikmah Allah kirmkan bersamanya. Begitu pun dengan perjalanan hidup Idar. Kehilangan suami dan harus membesarkan tiga anak yang masih kecil sendirian, di usia yang masih sangat muda, di ujung perjalanan berbagai hikmah Dia berikan. Cita-cita besar yang menjadi igauannya sejak kecil, terpaksa dia kuburkan saat memilih menjaga keluarganya setelah menikah. Dia mengambil keputusan besar dan ikhlas memilihnya. Dia menjalani semua yang Tuhan telah tetapkan dalam perjalanan hidupnya dengan rela hati. Kepasrahannya, kelembutan hatinya itulah kekuatan tiada tandingan bagi penyelesaian masalah-masalah hidupnya. “Bu, Ibu, aku harus membayar uang praktikum, minggu ini,” Anak tuanya memberitahu. “Oo, iya? Ok, nanti Ibu kasih ya?” Begitu salah satu percakapannya dengan anak pertamanya satu waktu. Waktu itu, dia memang tidak mempunyai uang yang cukup untuk langsung memberikan uang yang dim...