Posts

Showing posts with the label minggu3

BACK TO REALITY

Image
Bunga liar yang saya ambil fotonya di perdu depan rumah Atok Saadan, Pengkalan, Ipoh. Kemarin adalah hari permulaan sekolah di hampir seluruh wilayah Malaysia. Setelah cuti akhir persekolahan selama 44 hari, November-Desember, jalan kembali ramai dan macet. Tidak terkecuali jalan keluar dari rumah menuju sekolah Azizah. Kenderaan banyak dan semua berjalan dengan keadaan terburu-buru. Semua sibuk mengejar waktu menuju tujuan. Begitu juga kami. Mobil saya hentikan di simpang keluar, sambil menunggu kenderaan yang bersiliweran di depan. Karena saya akan berbelok ke kanan, jadi otomatis, harus menunggu lampu merah, baru bisa menjalankan kembali kendaraan. Pagi itu, jalan penuh, karena banyak mobil di parkir di pinggiran jalan depan sekolah. Mobil ibu bapak yang mengantar anak-anaknya ke sekolah. Rumah kami memang berada dekat dengan dua sekolah. Terutama sekolah rendah (setingkat SD). Maka setiap awal persekolahan, pemandangan begini selalu dihadapi. Orang tua, terutama yang m...

CIKGU AZIZAN: Dilema Guru Saat Ini

Image
Sejak beberapa bulan belakangan ini, Malaysia dihebohkan dengan kasus seorang guru yang dituntut di pengadilan atas kesalahan memukul seorang murid. Guru tersebut bernama Azizan Manap, 44 tahun, atau lebih akrab dikenali dengan panggilan Cikgu Azizan. Beliau adalah seorang guru dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan di Sekolah Kebangsaan (SK)-setingkat SD- Taman Semarak, Nilai, Negeri Sembilan. Cikgu Azizan saat dinyatakan bebas dari segala tuduhan. Sumber gambar dari BH Online, difoto oleh: Iqmal Haqim Rosman Kasusnya bermula saat orang tua murid tersebut membuat laporan polisi, karena diminta oleh pihak rumah sakit, selepas anaknya dibawa ke sana untuk mendapatkan rawatan selepas kejadian. Kejadian terjadi pada tanggal 6 April 2017 lalu, pukul 7 pagi waktu Malaysia. Diberitakan bahwa Cikgu Azizan telah menampar pipi kiri seorang murid berusia 11 tahun, yang didapati sedang menghisap lem, mengganggu murid lain dan berkelahi. Murid tersebut dikabarkan telah melakukan perbu...

CERITA DI BALIK TSUNAMI 2004

Image
Berbagai kisah sedih dan memilukan terjadi saat bencana besar tsunami melanda Aceh, tiga belas tahun lalu. Sebagian kisahnya dirangkum dalam artikel ini. Saya mendapatkan kisah-kisah itu dari postingan FB saya, yang meminta menceritakan kisah mereka saat peristiwa dahsyat tersebut terjadi. Tsunami Aceh 2004 telah menjadi viral bertahun-tahun. Halimursyadah Ria menceritakan: Pagi itu 26 Desember 2004, Ria, abang Indra dan Rayya (5,5 bulan), adik Nany dan adik Ayi berada di Bogor. Kami sedang kuliah di Bogor. Rumah kediaman kami dititipkan pada adik Muhammad Faisal dan istrinya Cut Eka Helisa (almarhumah syahid dalam tsunami) dan ananda mereka Hadid Khalifa. Sekitar jam 8, adik menghubungi saya ke Bogor sesaat setelah gempa pertama, “Kak, kami gempa disini, kuat sekali, beberapa barang ada yang jatuh dan pecah. Ika sedang membersihkannya. Tetangga belakang, Pak Munir Azis dan istrinya (Alm Kak Cut Ila, terkorban saat tsunami), aquariumnya juga pecah. TV kakak sudah diturunkan ya,...

TSUNAMI ACEH-THE BIG DISASTER

Image
Tiang penopang jembatan yang hancur diterjang gelombang tsunami. Jembatan ini menghubungkan Alue Naga dan Tibang Tiga belas tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2004, propinsi paling ujung barat Indonesia, ditimpa musibah yang terbesar abad ini. Gempa bumi dahsyat berskala 9.5 SR, menggoncang bumi Aceh, bumi Serambi Mekah. Gempa itu disusul dengan bencana lain yang tidak terlalu familiar bagi masyarakat Aceh saat ini. Bencana yang dikenal dengan sebutan tsunami itu, menyapu habis daerah pesisir pantai di beberapa wilayah barat sampai ke utara Aceh. Tsunami berasal dari perkataan Jepang. Tsu adalah pelabuhan, nami pula berarti gelombang.  Secara harfiah bisa diartikan sebagai ombak besar di pelabuhan. Secara lengkapnya dapat diartikan sebagai perpindahan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut terjadi disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor ...

VIRUS ZAMAN NOW

Image
Sumber Gambar dari Google Image Hidup di zaman penuh informasi maya, bukan hal mudah. Dituntut kepekaan dan kebijaksanaan yang lebih dari biasanya. Pengendalian emosi, mutlak diperlukan. Pengetahuan yang mendalam dan detail terhadap sebuah topik juga perlu ditingkatkan. Semua itu adalah agar kita mampu membendung diri dari memahami sebuah berita yang berkembang dengan lebih tepat dan bijak. Berita di zaman sekarang tersebar dengan cepat hanya melalui sebuah piranti kecil mungil yang hampir semua kita memilikinya. Tidak hanya yang muda, yang tua pun tidak mau ketinggalan. Semua orang ingin berada di garis update terdepan untuk mengetahui, menyebarkan dan memviralkan sebuah topik. Tanpa disadari kebiasaan baru itu berkembang bak sebuah virus menyerang badan pesakit. Tidak kelihatan secara kasat mata, tapi jelas dia ada.  Perlu cara jitu untuk mengatasi, mengurangi atau bahkan menghilangkannya. Virus, biasanya adalah sesuatu yang buruk dan negatif. Tak jarang memati...

PENASARANKU DENGAN GRAPHOLOGI

Image
Sampul depan buku  Buku ini aku pilih sebagai salah satu buku yang kubaca untuk Reading Challenge Odop 2-RCO2 . Graphology for Teaching Parenting Therapy , begitu tajuk buku tersebut. Ditulis oleh Dr. HM. Taufiqi, SP. M. Pd, Drs. Yani Santoso, C. Ht. Sejak dulu, aku cukup tertarik dengan jenis-jenis buku begini. Buku yang mengungkap misteri, yang terjadi sehari-hari di sekitar kita. Buku yang dikirim langsung oleh penulisnya ini, memang membangkitkan rasa penasaran yang luar biasa. Karena sebelum ini, aku pernah melihat postingan teman di FB tentang mengecek dan menilai kepribadian dengan tulisan tangan. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa memiliki salah satu buku tentang itu. Buku mulai kubuka helai demi helai. Yang pertama sekali aku begitu terkesan dengan quote di lembar pertama pembahasannya. Quote itu menuliskan bahwa: Setiap orang adalah guru. Setiap tempat adalah sekolah. Setiap peristiwa adalah buku. Iya, menarik sekali menyadari kita semua adalah seorang gur...