Posts

Showing posts with the label 30harimenulis

GREGETNYA READING CHALLENGE-ODOP 2

Image
Reading Challenge Odop (RCO-2), kini memasuki tahap akhir. Ada lima tahap keseluruhannya. Tanpa terasa masa enam puluh hari mendekati garis penamat. Tinggal beberapa hari saja lagi tantangan ini pun akan berakhir. Sebagai bagian dari syarat kelulusan di tahap terakhir ini, semua peserta yang lolos ke tahap ini, diwajibkan menuliskan kesan-kesan tentang perjalanan selama mengikuti tantangan di program ini. contoh paparan tantangan yang diberikan di grup WA RCO2 Awal mula aku tertarik mengikuti program ini, lagi-lagi gara-gara postingan Dewi DeAn di FB. Dewi selalu sharing tentang buku-buku yang dibacanya di sana, saat mengikuti challenge tersebut. Waktu melihatnya, aku langsung berniat ingin mengikutinya satu hari nanti, walaupun belum bergabung dengan Komunitas ODOP lagi. Pada akhirnya setelah bergabung dengan Odop dan Reading Challenge itu kembali diadakan, tanpa rasa ragu, aku langsung mendaftar, padahal sama sekali tidak tahu bagaimana tantangannya. Pokoknya ikuuut sajala...

TANTANGAN MEMBACA BUKU BERBAHASA ASING

Image
M emasuki minggu ke empat tantangan membaca di Odop (Reading Challenge Odop)-2, peserta yang lepas ke tingkat ini diwajibkan membaca buku yang bukan berbahasa Indonesia, alias berbahasa asing. Bahasa tersebut bisa bahasa dari negara lain, ataupun bahasa dari daerah yang ada di Indonesia. Bingung juga harus memilih buku mana yang sesuai untuk dibaca bagi memenuhi tantangan yang ditetapkan. Mulanya saya ingin membaca buku yang berbahasa Aceh. Alasan utama memilihnya adalah disebabkan bahasanya akan mudah saya pahami dan mengerti. Karena bahasa sehari-hari yang digunakan keluarga kami sejak kecil adalah bahasa tersebut. Tapi, ternyata mencari buku berbahasa Aceh, apalagi ebook , bukan sebuah kerja yang mudah. Kebanyakan buku yang saya inginkan itu ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahkan dalam bahasa Belanda, terutama jika berkaitan dengan sejarah kemasyhuran Aceh tempo dulu. Teringat pernah punya buku hikayat berbahasa Aceh, tapi, entah dimana buku itu terselip. Bukunya memang be...

SANG HUJAN

Image
Langit mulai gelap di kawasan rumahku. Suasana mulai sunyi dan senyap. Angin lembut membelai daun-daun pepohonan yang tumbuh gagah di depan rumah. Sayup-sayup terdengar guruh dan sekilas terlihat juga kilatan cahaya menghiasi langit yang mulai hitam. Perpaduannya sungguh indah. Walau kadang-kadang terlihat mengerikan, tapi aku suka memperhatikannya dari jendela rumahku. Entah mengapa aku begitu suka melihat tetesan air yang jatuh dari langit tersebut. Irama tetesannya begitu syahdu kudengar. Begitu mendamaikan dan menenangkan. Dengannya aku bisa berdialog apa saja. Kadang-kadang dia seperti menjawab pertanyaan-pertanyaanku. “Hujan, ke mana saja kamu, sudah lama tidak datang menjengukku…” begitu tanyaku satu hari, saat sudah hampir sebulan, kawasan desaku kering tanpa tetesan air dari langit, membasahi tanah-tanah yang mulai kerontang. Sawah, ladang nyaris menguning tak menghasilkan. Tiba-tiba sebuah suara melintas di telingaku, “Ada, aku selalu ada di antara awan-awan yan...

BELAJAR SECARA ONLINE

Image
Sumber Gambar dari Google Image Zaman sudah begitu berubah saat ini. Dulu, sebelum era digital dan internet seperti sekarang, yang namanya belajar adalah bertatap muka langsung antara murid dan guru. Belajarnya pun di dalam ruangan khusus yang dilengkapi kursi dan meja. Jadwalnya teratur dari jam berapa ke jam berapa. Berinteraksi dengan guru hanya dilakukan pada jam-jam tersebut. Apa yang terjadi saat ini? Di masa ini, apa saja bisa dipelajari di alam maya. Kelas ada di sebuah perangkat kecil, yang dipanggil handphone. Dari yang biasa-biasa saja sampai yang luar biasa smart -nya. Sehingga dia ditambah julukannya menjadi smartphone . Dengan kelajuan internet yang semakin cepat hari ke hari, maka kelas-kelas maya pun semakin berkembang, bagai jamur di musim hujan. Kelas yang dilakukan secara online , memiliki banyak kelebihan juga dibandingkan kelas offline . Kelas tidak memerlukan ruangan tertentu, sehingga tidak perlu menyewa ruangan atau tempat. Karena sebab itu, biaya ...

MENJAGA LISAN

Image
Ungkapan “ucapan adalah doa” , bukanlah hanya sebuah ungkapan tanpa makna apa-apa. Begitu sering kita mendengar kata-kata itu disebutkan. Bahwa apa saja lisan yang kita keluarkan dari mulut adalah doa. Hakikat sebuah doa, apabila sudah diaminkan oleh malaikat dan terjadi pada waktu-waktu doa mustajab, maka insyaallah apa yang diucap tersebut akan tercapai dan tertunai. Jika apa yang kita ucapkan itu adalah sesuatu yang baik dan bermnafaat, maka bersyukurlah semua lisan tersebut akan kembali kepada kita dalam keadaan baik juga. Begitu pula apabila ucapan-ucapan yang berupa sumpah serapah, iri, dengki, dan segala ucapan yang negatif, maka itu juga tetap merupakan doa bagi si pengucap. Alangkah sayangnya apabila semua ucapan-ucapan buruk tersebut kembali ke yang mengeluarkan kata-kata negatif itu. Terlebih jika yang dikasari, tidak mau menerima dan memohon kepada-Nya untuk memulangkan semuanya kepada yang mengucapkan. Alangkah sia-sia hidup si pengucap tersebut. Mulutmu adalah ...

DAMAIKAN DIRIMU

Image
Dunia saat ini sudah tidak berbatas. Jarak menjadi lebih dekat. Informasi apapun bisa dengan mudah beredar kemana saja, hanya sekelip mata.   Terkadang informasi yang sampai tersebut hanya membangkit emosi dan menyebabkan perbedaan pendapat sehingga menimbulkan perpecahan sesama sendiri. Ironisnya perpecahan itu terjadi justru antara umat Islam. Islam sebagai agama yang damai dan rahmat bagi semua sudah tidak menjadi landasan sebagian dari kita, yang menganggap dirinyalah yang paling benar. Tudingan-tudingan tidak berdasar dengan mudah dilemparkan ke siapa saja yang tidak sehaluan. Jangan ditanya ucapan-ucapan yang keluar. Jauh sekali dari apa yang diajarkan agama. Apa solusi yang bisa kita lakukan menghadapi semua itu? Bunga orang-aring di halaman rumah Atok Saadan. Putih mendamaikan. Seseorang yang kukenal dekat pernah mengatakan, “Damaikanlah dirimu, baru kau bisa mendamaikan orang di luar dirimu!” (Bapanda Dermoga Barita Raja Harahap). Apa makna kalimat singkat, pad...

SAAT AKU BUNTU MENULIS....

Image
Sumber Foto dari Google Image Duuuh...! Otak beku...! Deadline di ujung mata..! Tidak ada satu kalimat pun yang nyangkut di blank document MS Word . Apa yang harus kulakukan? Bolak-balik, ketik, hapus, ketik, hapus, masih tidak ada satu pun yang pas di hati. Napas panjang pun kutarik, pertanda langkah keputusasaan mendekati limit batasnya. Ya, kondisi demikian hampir dirasakan oleh semua penulis, baik penulis yang sudah berpengalaman, apalagi penulis pemula seperti aku. Apa yang kulakukan saat kondisi tersebut muncul di depan? Berikut ini sedikit uraian apa yang biasa aku coba lakukan, agar yang namanya writing block , tidak lama-lama menggangguku. Pertama , berhenti menulis sejenak. Ini adalah langkah pertama yang biasanya kulakukan, jika aku mulai buntu untuk melanjutkan penulisan sebuah naskah. Tindakan itu akan dilanjutkan dengan cara kedua , yaitu berdiri dan melakukan gerakan-gerakan kecil untuk melemaskan sendi-sendi yang mulai kaku. Sambil melakukan gerakan terseb...