Posts

Showing posts with the label fiksi mini

SAAT BENDA LEBIH DISAYANG

Image
Penampakan hp yang pecah screen-nya Praang ... tiba-tiba, handphone itu terlepas dari tangannya. "Aduuh ...," "Kenapa, Ria? Apa yang jatuh?" tanya suaminya. "Ini ... Bang," Ria bersuara dengan sedikit tegang dan takut. Dia memang selalu merasa takut dan gemetar, jika suaminya sudah mulai terusik dengan sebuah keributan. Padahal mereka sudah menikah cukup lama. Tetap saja rasa itu tidak bisa dihilangkannya. Suaminya memang menakutkan kalau sudah marah. Lebih baik diam dan tidak menjawab apa-apa, daripada kemarahannya semakin bertambah. Seperti halnya saat ini. Suasana tiba-tiba menjadi tegang. "Apa yang jatuh? Kenapa kamu terbata-bata?" Emosi suaminya sudah mulai meninggi. "Ini ... ini, handphone-ku jatuh, dan ...." Belum sempat dia meneruskan jawabannya, suaminya sudah memotong, "Dan apa ...?" "Pe ... cah," Ria menuntaskan apa yang ingin diselesaikannya tadi. ...

TERNYATA ….

Image
Surah Annaas Malam itu, seperti biasa setiap Senin malam, aku akan mengunjungi tempat itu untuk memperdalam ilmu agamaku. Menjelang azan Isya, semua telah bersiap sedia mendirikan salat. Saf diatur rapat dan rapi. Pintu menghubungkan ruangan ke luar juga sudah ditutup. Tiba-tiba, ada suara ketukan halus pada pintu dari arah luar. Salah seorang bergerak ke arah pintu dan membukanya. Seorang gadis cantik, dengan wajah putih dan senyum manisnya, melangkah masuk ke dalam. Telekung putih yang dipakai membuatnya kelihatan lebih cerah dan nyaris pucat. Gadis itu ikut berbaris dalam saf yang sudah teratur rapi. Semua mata tertuju padanya. Kebetulan, dia berdiri di sebelahku. Aku melemparkan senyum termanis yang kumiliki sambil menganggukkan kepala, sebagai tanda persahabatan. Aku tidak pernah melihatnya sebelum ini. "Mari Dik, berdiri di sini saja," ujarku tadi, saat kulihat dia masih mencari-cari di mana dia akan berdiri. Di sebelahku memang ada sedikit celah untuk seorang...

GAJAH NAIK OJEK

Image
Pagi itu, seperti biasanya, Mak Lia, begitu panggilan akrabnya, bersiap hendak ke pasar. Dia berdandan ala kadarnya. Memakai blus merah berbunga kecil dipadankan kulot lebar panjang berwarna hitam. Kerudung kelabu dililitkan menutupi rambut hitam yang sudah mulai ada helaian peraknya. Walaupun penampilannya sederhana, tetapi selalu ada harmonisasi dalam setiap penampilannya.   Ukuran tubuhnya tidaklah terlalu kecil, juga tidak terlalu besar, sedang-sedang saja. Akan tetapi untuk seorang perempuan, perawakannya cukup tinggi dan besar. Setiap hari, dia akan ke pasar dengan mengendarai sendiri sepeda motor kesayangannya. Namun sedikit berbeda pagi itu. Dia berniat mencoba menggunakan jasa antar jemput online alias Go-Jek. Aplikasi sudah diunduhnya pada gawai beberapa waktu lalu, dengan bantuan anaknya. Kipas Gajah Mak Lia pun mulai membuka aplikasi pada gawainya. Memilih Go-Ride, karena dia mau menaiki sepeda motor. Kemudian dia mengisi kolom tujuannya. Berikutnya di layar...

SAMBAI EUNGKOT

Image
Sudah begitu lama, aku menetap di kotak kecil transparan. Di ruang yang sejuknya melebihi bawah titik beku. Keras dan kaku aku dibuatnya.  "Kapan aku akan dikeluarkan? Kapan aku akan digunakan? Kapan aku akan dijamah oleh mulut-mulut yang menganga?" tanyaku dalam hati, berkali-kali. Aku masih terus berada di dalam ruangan itu. Aku berdoa, "Tolonglah Tuhan, gerakkanlah mereka, hilangkanlah kemalasan mereka." Sehingga satu hari itu, aku dikeluarkan dari ruangan yang membuatku beku, keras seperti batu. Aku bersorak gembira, "Horeee, akhirnya Tuhan kabulkan doaku. Terima kasih Tuhan!” ucap syukurku. Eitts, mau dibawa kemana aku? Kulihat ibu itu, membawaku ke sebuah kotak kecil yang kulihat dari luar, begitu gelap di dalamnya. Aku sedikit ketakutan. Hatiku terus bertanya, "Mau diapakan aku? Tolong, tolong...." Tetapi, tiada seorang pun yang mendengarku. Penutupku sudah dibuka dan aku sudah diletakkan di sebuah piringan kaca bulat...