Posts

KUASA MEMABUKKAN (2)

Image
` Bahagian 2. Korban yang cedera parah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Ramai reporter sudah menunggunya di sana. Kebetulan, kepala polisi Dani, juga sedang dirawat di tempat yang sama. Dia merasa sangat terganggu dengan kehebohan yang terjadi saat itu. Ketidaksenangannya bertambah, saat pengacaranya bertanya apakah dia akan tetap menuntut korban. Dani memang seorang polisi, tapi dia juga lulus ujian pengacara. Jadi dia merasa perlu memberi sedikit pengajaran kepada pengacaranya, untuk menjawab pertanyaannya itu. Dengan tegas dia mengatakan: “Jika dinyatakan tidak bersalah, artinya tuduhan itu palsu! Ini adalah unsur utama  sebuah kasus pemerkosaan!” Akhirnya pengacaranya mengerti bahwa tuntutan harus diteruskan.   Dani masih gusar dan tidak tenang. Tiba-tiba dia teringat pada seorang wanita, yang pernah dia dan Tedi, pengawal pribadinya temui, sepuluh tahun lalu. Saat itu, wanita tersebut bersedia menandatangani perjanjian tidak akan menuntutnya. Di...

KUASA MEMABUKKAN (1)

Image
Bahagian 1. 1996 Hiruk pikuk mengawali pagi di sebuah sekolah kampung yang tentram. Sekolah yang nyaris usang dimakan usia. Sekolah yang telah banyak berjasa mendidik anak-anak kampung itu menggapai cita-cita mereka. Pagi itu, sekolah diriuhkan oleh kedatangan sekelompok polisi dari unit khas, kantor polisi berdekatan sekolah. Mereka terlihat gagah, bergaya dan keren. Dengan sigap mereka masuk ke sebuah kelas, dengan mengacungkan pistol kearah pelajar-pelajar yang sedang tekun mengerjakan tugasnya. Semua terkejut dan bingung, segera meletakkan pensil dan fokus ke depan dengan wajah terpinga-pinga. “Ada apa ini?” begitu pikir Dira, salah seorang pelajar yang ada dalam kelas tersebut. Dia bersama teman sebangkunya, Sita, saling pandang penuh tanya sambil menggerakkan dagunya ke atas. Menunjukkan dia perlu jawaban dan penjelasan untuk situasi yang sedang terjadi saat itu. Sita hanya menggeleng sambil mengangkat kedua tangannya, untuk menjelaskan bahwa dia tidak tahu apa...

TANTANGAN CERBUNG

Dua minggu ke depan, adalah minggu terakhir untuk tantangan di ODOP. Ahhh, ada dua tantangan. Tantangan pertama adalah membuat sebuah berita yang sedang viral. Sudah kuselesaikan kemarin setorannya. Yang agak membuat hati deg-degan adalah tantangan keduanya. Yaitu, membuat cerbung, cerita bersambung. Tantangan berlangsung selama 12 hari, mulai 15 November. Setiap hari diharuskan menulis dengan ketentuan 750 kata. Cerita harus ada kaitan satu dengan yang lainnya, sampai 12 bagian.  Ntah darimana harus kumulai. Mudah-mudahan tidur malamku sebentar lagi, bisa memberikan ide untuk memulai tantangan tersebut. Haaaaah....luar biasa tantangan akhir ini. Membuat perutku mulai mulas dan ingin termuntah. Kuatkan aku Tuhan, semoga terbuka terang ide menarik untuk kujadikan cerbung berkelas esok.  Aku, belum biasa dengan tulisan fiksi. Ini adalah tantangan besar bagiku. Semua masih  blank . Belum ada ide sedikit pun untuk menulis tentang apa esok. Ada yang menyarankan untuk...

BANJIR KILAT PULAU PINANG

Image
Dua minggu lalu, banjir kilat melanda Pulau Pinang. Banjir yang dikatakan paling parah pernah terjadi di sana. Hampir semua kawasan digenangi air. Halaman dan dalam rumah, jalan raya, tempat parkir bawah tanah, semua penuh dengan air. Add caption Hujan terus menerus tidak berhenti selama sehari, telah menyebabkan air sungai meluap dan mulai menggenangi kawasan-kawasan perumahan. Sistem pengairan dan sungai yang ada tidak mampu menampung air yang berlebihan. Fenomena air pasang, dikatakan juga sebagai penyebab lain terjadinya banjir. Air pasang terjadi disebabkan adanya badai tropika di kawasan itu. Air yang begitu cepat memenuhi kawasan rumah, menyebabkan penduduk tidak dapat menyelamatkan barang-barang milik mereka. Sampai saat ini, banjir telah mengorbankan 7 orang dan ribuan penduduk diungsikan ke tempat yang lebih selamat. Menteri Besar, Lim Guang Eng, turut meminta bantuan Pusat untuk sama-sama menangani banjir.  Pemerintah Pusat sudah mengir...

KENANGAN BERSAMAMU

Image
Hari ini, aku mendapat kabar duka dari Aceh. Miwa, begitu kami memanggilnya, kakak kandung ibuku telah kembali ke rahmatullah. Awal pagi, aku menerima sebuah pesanan dari adik-adik di grup WhatsApp keluarga, menyatakan Miwa telah tiada. Innalillahiwainnailaihirajiun... Miwa Fauziah saat menunaikan umrah, awal tahun 2017. Foto diambil dari FB Kak Zahrah, anak beliau. Banyak kenanganku bersamanya. Yang paling kuingat adalah saat aku menemani beliau ke rumah anaknya, kakak sepupuku, di Lhokseumawe, Aceh Utara. Saat itu, kami menaiki bus dari Setui, Banda Aceh. Perjalanan ditempuh lebih kurang lima jam. Kejadian lucu terjadi sewaktu kami pulang kembali ke Banda Aceh. Kondisi Aceh waktu itu masih agak panas. Bus-bus yang melalui daerah-daerah rawan konflik akan diberhentikan di beberapa tempat. Biasanya di depan kantor polisi atau brimob. Naah, malam itu, bus kami diberhentikan untuk diperiksa. Biasanya yang diperiksa adalah KTP kita. Rupanya Miwa lupa membawa KTP saat itu. Jadi...

DUKA

Image
Duka datang tidak pernah diminta, Datang saat dia mau, Walau kita tidak siap menerimanya, Kemarin dia menghampiri orang-orang yang kukenal, Kemarinnya lagi, dia datang mengunjungi teman-temanku, Hari ini, dia menghampiri keluargaku, Hatiku sudah mulai berdetak tidak menentu dari kemarin, Saat, adik-adik memberi kabar, beliau dimasukkan ke rumah sakit, Nuun jauuuh di sana, Di kota, dimana ayahandaku juga berpulang. Pagi ini, bangun dari lelap, aku langsung menggapai handphone, Untuk mengetahui kabar dari sana, Tidak ada kabar apa-apa, Aku masih terus menunggu kabar dari adik-adikku, Dan, berita duka itu disampaikan, Miwa, kakak kandung ibuku, sudah berpulang, pagi tadi, Tidak ada yang bisa aku lakukan, Hanya ucapan, Innalillahiwainnailaihirajiun Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali Yang mampu kuucapkan, Dan, kuhadiahkan Al fatihah buatnya, Semua yang hidup, pasti akan merasakan mati, Hanya waktunya saja yang tidak pasti, Setiap...

IDEEEE.....DATANGLAH...!!!

Image
Aduuuuh, sudah lebih sejam terpaku di depan laptop untuk menulis dan setor tulisan untuk hari ini. Tapi, masih belum ada ide menarik yang  bisa aku tuliskan. Akhirnya aku memilih cara yang sering disarankan di beberapa kursus penulisan yang aku ikuti. Saat otak buntu, tidak tahu apa yang akan dan perlu ditulis, maka tulis saja apa yang menyebabkan itu. Tulis yang tiada ide itu. Tulis saja, nanti akhirnya akan jadi sebuah tulisan. Bismillah.... Aku memulai baris demi baris. Hujan di luar yang sudah berlangsung berjam-jam, semakin membuat rasa malasku berada di puncak paling tinggi. Badan dan otak inginnya hanya satu, berbaring dan tiduuuur...!! Seketika aku teringat, saat mengikuti kursus Hypnotherapy bersama Pak Vicky beberapa waktu lalu. Kalau pikiran-pikiran negatif datang dan menghalang kita mengerjakan sesuatu yang harus kita lakukan, misalnya mengantuk, maka bangun, berdiri, pindah melakukan kerja yang lain. Lakukan kerja yang bisa menghilangkan keinginan otak un...